Keputusan Astra Honda Motor (AHM) merakit All New CBR 250RR di Indonesia seolah menjadi babak baru kompetisi serius di kelas motorsport 250 cc. Pendapatan segmen yang memiliki 0,53 persen pasar motor nasional itu ternyata terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat kelas menengah.
Persaingan serius di kelas 250 cc sebenarnya pernah terjadi pada era sepeda motor bermesin 4 tak (4-stroke engine), tepatnya pada pertengahan 1990-an. Saat itu produsen seolah berjalan masing-masing dengan kapasitas mesin yang berbeda tipis. Honda mengandalkan Tiger dengan kapasitas mesin 200 cc. Yamaha mengusung Scorpio dengan kapasitas mesin 225 cc. Sementara itu, Suzuki memiliki Thunder 250 atau Thunder GSX 250.
Ketiganya sama-sama digemari dan mempunyai komunitas yang fanatik. Bahkan, produk-produk tersebut masih banyak berseliweran di jalan meski rata-rata sudah dimodifikasi. Karena itu, Suzuki boleh dianggap sebagai pelopor motorsport bermesin 250 cc di Indonesia. Namun, usia ketiga motor tidak lama. Thunder stop diproduksi pada 2005. Tiger ditidurkan pada 2014. Sementara itu, Scorpio tutup usia pada 2012. Produsen pun akhirnya berfokus pada motorsport 150 cc. Misalnya, Yamaha V-Ixion dan Yamaha R15 atau Honda CBR150 yang menemani Megapro dan Verza.
President Director AHM Toshiyuki Inuma mengungkapkan Indonesia dan Jepang adalah dua negara yang memiliki potensi besar untuk motorsport 250 cc. Pasar saat ini menghendaki sepeda motor dengan kapasitas mesin besar, namun aftersales service-nya lebih ekonomis. Karena itu, motor 250 cc lebih dipilih daripada big bike. Animo tinggi di Jepang menjadi salah satu pertimbangan All New Honda CBR 250RR diproduksi di Indonesia. ’’Ada rencana diekspor ke Jepang. Kita lihat situasinya,’’ tuturnya
Persaingan serius di kelas 250 cc sebenarnya pernah terjadi pada era sepeda motor bermesin 4 tak (4-stroke engine), tepatnya pada pertengahan 1990-an. Saat itu produsen seolah berjalan masing-masing dengan kapasitas mesin yang berbeda tipis. Honda mengandalkan Tiger dengan kapasitas mesin 200 cc. Yamaha mengusung Scorpio dengan kapasitas mesin 225 cc. Sementara itu, Suzuki memiliki Thunder 250 atau Thunder GSX 250.
Ketiganya sama-sama digemari dan mempunyai komunitas yang fanatik. Bahkan, produk-produk tersebut masih banyak berseliweran di jalan meski rata-rata sudah dimodifikasi. Karena itu, Suzuki boleh dianggap sebagai pelopor motorsport bermesin 250 cc di Indonesia. Namun, usia ketiga motor tidak lama. Thunder stop diproduksi pada 2005. Tiger ditidurkan pada 2014. Sementara itu, Scorpio tutup usia pada 2012. Produsen pun akhirnya berfokus pada motorsport 150 cc. Misalnya, Yamaha V-Ixion dan Yamaha R15 atau Honda CBR150 yang menemani Megapro dan Verza.
President Director AHM Toshiyuki Inuma mengungkapkan Indonesia dan Jepang adalah dua negara yang memiliki potensi besar untuk motorsport 250 cc. Pasar saat ini menghendaki sepeda motor dengan kapasitas mesin besar, namun aftersales service-nya lebih ekonomis. Karena itu, motor 250 cc lebih dipilih daripada big bike. Animo tinggi di Jepang menjadi salah satu pertimbangan All New Honda CBR 250RR diproduksi di Indonesia. ’’Ada rencana diekspor ke Jepang. Kita lihat situasinya,’’ tuturnya
Belum ada tanggapan untuk "Honda All New CBR 250RR Mesin Gahar, Perawatan Tak Mahal"
Post a Comment