Berawal dari Nyetir Sambil Main Hape, Lamborghini Disita Polisi

Seorang pengemudi Lamborghini di London, Inggris, harus membayar mahal atas apa yang dilakukannya saat berkendara. Mobil Lamborghini Huracan Spyder-nya disita polisi lantaran ia menyetir sambil menelefon.
Petugas melihat pria berusia 42 tahun itu menggunakan telefon saat melajukan supercar seharga 160 ribu poundsterling atau sekira Rp2,6 miliar itu di Queens Road pada pekan lalu.
Polisi pun meminta pengemudi menepi. Ia tak berkutik setelah petugas mendapati smartphone yang disembunyikan di kaki.
Ternyata satu pelanggaran itu melebar ke permasalahan lain. Sang pengemudi juga tidak bisa memperlihatkan surat izin mengemudi (SIM) serta tidak mengikuti program asuransi. Ia hanya mengaku memiliki SIM Jerman, namun tidak dibawa.
Mobil dengan pelat Jerman dan bersetir kanan itu pun dibawa petugas dan pelaku dikenakan denda 500 poundsterling.
“Saya ingin mengirim pesan yang tegas kepada para pengemudi di London, mengemudikan mobil sambil menggunakan telefon tidak bisa diterima. Anda tidak akan bisa melihat kondisi di sekitar, Anda tidak akan bisa mengendalikan mobil, dan Anda melanggar aturan lalu lintas,” tegas Paul Rickett, komandan polisi lalu lintas kepolisian metropolitan London, seperti dikutip dari MailOnline.
Sementara itu data kepolisian yang dirilis pada September 2016 menyebutkan, sebanyak 3.700 mobil disita di Inggris dan Wales sejak Januari hingga pertengahan Juli 2016. Para pengemudinya tidak dapat menunjukkan SIM dan tidak mengikuti asuransi. Dari mobil itu terdapat beberapa Bentley, Ferrari, dan Lamborghini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Berawal dari Nyetir Sambil Main Hape, Lamborghini Disita Polisi "